Para peneliti sedang mengembangkan sensor yang dapat terurai secara hayati untuk mengukur dan mengirimkan data kelembaban tanah secara nirkabel, yang, jika dikembangkan lebih lanjut, dapat membantu memberi makan populasi planet yang terus bertambah sekaligus meminimalkan penggunaan sumber daya lahan pertanian.
Gambar: Sistem sensor yang diusulkan. a) Gambaran umum sistem sensor yang diusulkan dengan perangkat sensor yang dapat terurai. b) Ketika daya disuplai secara nirkabel ke perangkat sensor yang dapat terurai yang terletak di tanah, pemanas perangkat diaktifkan. Lokasi sensor ditentukan oleh lokasi titik panas, dan suhu pemanas berubah tergantung pada kelembapan tanah; oleh karena itu, kelembapan tanah diukur berdasarkan suhu titik panas. c) Perangkat sensor yang dapat terurai dikubur di dalam tanah setelah digunakan. Bahan pupuk di dasar perangkat sensor kemudian dilepaskan ke dalam tanah, merangsang pertumbuhan tanaman.
Sistem sensor yang diusulkan. a) Gambaran umum sistem sensor yang diusulkan dengan perangkat sensor yang dapat terurai. b) Ketika daya disuplai secara nirkabel ke perangkat sensor yang dapat terurai yang terletak di tanah, pemanas perangkat diaktifkan. Lokasi sensor ditentukan oleh lokasi titik panas, dan suhu pemanas berubah tergantung pada kelembapan tanah; oleh karena itu, kelembapan tanah diukur berdasarkan suhu titik panas. c) Perangkat sensor yang dapat terurai dikubur di dalam tanah setelah digunakan. Bahan pupuk di dasar perangkat sensor kemudian dilepaskan ke dalam tanah, merangsang pertumbuhan tanaman.
mudah terurai secara alami dan oleh karena itu dapat dipasang dengan kepadatan tinggi. Karya ini merupakan tonggak penting dalam mengatasi kendala teknis yang masih ada dalam pertanian presisi, seperti pembuangan peralatan sensor bekas secara aman.
Seiring pertumbuhan populasi global yang terus berlanjut, mengoptimalkan hasil pertanian dan meminimalkan penggunaan lahan dan air sangatlah penting. Pertanian presisi bertujuan untuk mengatasi kebutuhan yang saling bertentangan ini dengan menggunakan jaringan sensor untuk mengumpulkan informasi lingkungan sehingga sumber daya dapat dialokasikan secara tepat ke lahan pertanian kapan dan di mana dibutuhkan. Drone dan satelit dapat mengumpulkan banyak informasi, tetapi tidak ideal untuk menentukan kelembaban tanah dan tingkat kelembaban. Untuk pengumpulan data yang optimal, alat pengukur kelembaban harus dipasang di tanah dengan kepadatan tinggi. Jika sensor tidak dapat terurai secara hayati, sensor tersebut harus dikumpulkan di akhir masa pakainya, yang dapat memakan banyak tenaga dan tidak praktis. Mencapai fungsionalitas elektronik dan kemampuan terurai secara hayati dalam satu teknologi adalah tujuan dari penelitian ini.
Di akhir musim panen, sensor-sensor tersebut dapat dikubur di dalam tanah agar terurai secara alami.
Waktu posting: 18 Januari 2024
