Seiring negara-negara Asia Tenggara mempercepat transisi energi mereka, pembangkit listrik tenaga angin, sebagai komponen penting dari energi bersih, memasuki periode perkembangan yang pesat. Baru-baru ini, beberapa proyek pembangkit listrik tenaga angin di wilayah ini secara berturut-turut telah menerapkan sistem pemantauan kecepatan angin cerdas berpresisi tinggi. Dengan meningkatkan akurasi penilaian sumber daya energi angin, sistem ini memberikan dukungan data penting untuk perencanaan, pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaan ladang angin.
Vietnam: Sang "Penangkap Angin" untuk Energi Angin Pesisir
Di daerah pesisir Vietnam tengah dan selatan, sebuah proyek pembangkit listrik tenaga angin skala besar telah memasang beberapa lapisan menara pemantauan kecepatan angin cerdas pada ketinggian 80 meter dan 100 meter. Perangkat pemantauan ini menggunakan anemometer ultrasonik, yang dapat menangkap perubahan monsun dari Laut Cina Selatan dalam 360 derajat tanpa titik buta dan mengirimkan data secara real-time ke sistem kontrol pusat. Pemimpin proyek mengatakan, “Data kecepatan angin yang akurat membantu kami mengoptimalkan tata letak turbin angin, meningkatkan pembangkitan daya yang diharapkan sebesar 8%.”
Filipina: “Pakar Peringatan Turbulensi” untuk Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Pegunungan
Di ladang angin pegunungan di Pulau Luzon, Filipina, turbulensi yang disebabkan oleh medan yang kompleks selalu menjadi masalah yang memengaruhi umur pakai turbin angin. Sistem pemantauan kecepatan angin cerdas yang baru diterapkan secara khusus telah meningkatkan fungsi pemantauan intensitas turbulensi, mengukur perubahan kecepatan angin secara tepat melalui pengambilan sampel frekuensi tinggi. Data ini membantu tim operasi dan pemeliharaan mengidentifikasi zona turbulensi kuat di area tertentu dan menyesuaikan tata letak posisi turbin secara tepat waktu. Diharapkan beban kelelahan kipas dapat dikurangi hingga 15%.
Indonesia: “Penjaga yang Tahan Topan” bagi Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Kepulauan Indonesia
Di Pulau Sulawesi, Indonesia, proyek pembangkit listrik tenaga angin menghadapi ujian berat selama musim topan. Peralatan pemantauan kecepatan angin canggih yang dipasang secara lokal memiliki kemampuan untuk menahan angin ekstrem dan dapat terus menerus merekam perubahan kecepatan dan arah angin selama lewatnya topan. Data berharga ini tidak hanya digunakan untuk mengoptimalkan strategi pengendalian risiko turbin angin terhadap topan, tetapi juga memberikan referensi penting untuk desain ketahanan angin turbin angin di seluruh Asia Tenggara.
Thailand: “Pendorong Efisiensi” Tenaga Angin Terjangkau
Di Provinsi Nakhon Si Thammarat, Thailand, ladang angin pegunungan telah mencapai integrasi mendalam antara sistem pemantauan kecepatan angin dan sistem prediksi pembangkitan daya. Dengan menganalisis data kecepatan angin secara real-time dan prakiraan cuaca, sistem ini dapat memprediksi pembangkitan daya 72 jam sebelumnya, meningkatkan efisiensi perdagangan daya ladang angin sebesar 12%. Kasus sukses ini telah menarik beberapa delegasi dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara untuk melakukan penelitian.
Transformasi Industri: Dari “Estimasi Empiris” ke “Berbasis Data”
Menurut data dari Asosiasi Energi Terbarukan Asia Tenggara, ladang angin yang mengadopsi sistem pemantauan kecepatan angin cerdas telah mengalami peningkatan rata-rata 25% dalam akurasi prediksi pembangkitan daya dan pengurangan 18% dalam biaya operasi dan pemeliharaan. Sistem ini mengubah praktik tradisional yang bergantung pada data estimasi meteorologi, sehingga pengelolaan siklus hidup ladang angin secara keseluruhan menjadi lebih baik.
Prospek masa depan: Teknologi pemantauan terus mengalami peningkatan.
Dengan diperkenalkannya teknologi pemantauan baru seperti LiDAR, metode pengukuran angin di industri tenaga angin di Asia Tenggara menjadi semakin beragam. Para ahli memperkirakan bahwa dalam tiga tahun ke depan, 100% dari ladang angin yang baru dibangun di wilayah ini akan dilengkapi dengan sistem pemantauan kecepatan angin cerdas, memberikan jaminan yang kuat bagi Asia Tenggara untuk mencapai tujuan menggandakan kapasitas terpasang tenaga anginnya pada tahun 2025.
Dari dataran pasang surut pesisir hingga daerah pegunungan dan perbukitan, dari zona monsun hingga zona topan, sistem pemantauan kecepatan angin cerdas memainkan peran yang semakin penting di ladang angin di Asia Tenggara. Teknologi mendasar namun krusial ini mendorong industri tenaga angin di Asia Tenggara ke tahap baru pengembangan berkualitas tinggi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat pengukur angin, silakan hubungi Honde Technology Co., LTD.
WhatsApp: +86-15210548582
Email: info@hondetech.com
Situs web perusahaan:www.hondetechco.com
Waktu posting: 10 November 2025
