• Latar belakang_header_halaman

Sensor Gas Tahan Ledakan di Industri Minyak Arab Saudi

1. Latar Belakang Proyek

Arab Saudi adalah produsen dan pengekspor minyak terbesar di dunia, sehingga manajemen keselamatan di industri minyak dan gasnya sangat penting. Selama ekstraksi, penyulingan, dan pengangkutan minyak, gas yang mudah terbakar (misalnya, metana, propana) dan gas beracun (misalnya, hidrogen sulfida, H₂S) dapat dilepaskan, sehingga diperlukan sensor gas tahan ledakan yang sangat andal untuk mendeteksi kebocoran dan mencegah ledakan serta insiden keracunan.https://www.alibaba.com/product-detail/Iot-ASA-Air-Temperature-Humidity-Multi_1601559924697.html?spm=a2747.product_manager.0.0.677c71d2QTyJre

2. Skenario Aplikasi

Saudi Aramco telah memasang sensor gas tahan ledakan di area-area utama berikut:

  1. Platform Ekstraksi Minyak & Gas – Memantau kebocoran gas yang mudah terbakar di kepala sumur, pipa, dan stasiun kompresor.
  2. Kilang minyak – Mendeteksi gas yang mudah terbakar dan beracun di unit produksi, tangki penyimpanan, dan rak pipa.
  3. Fasilitas Penyimpanan & Transportasi Minyak – Memastikan keselamatan di depot minyak, terminal LNG, dan jalur pipa.
  4. Pabrik Petrokimia – Pemantauan waktu nyata terhadap gas berisiko tinggi seperti etilena dan propilena.

3. Solusi Teknologi Sensor

1. Jenis Sensor

Jenis Sensor Gas yang Terdeteksi Peringkat Tahan Ledakan Lingkungan Operasi
Manik Katalitik (Pellistor) Metana, Propana (Mudah Terbakar) Ex d IIC T6 Suhu tinggi, kelembapan tinggi
Elektrokimia H₂S, CO (Beracun) Ex ia IIC T4 Lingkungan korosif
Inframerah (NDIR) CO₂, CH₄ (Tanpa kontak) Ex d IIB T5 Zona berbahaya
Semikonduktor VOC (Senyawa Organik Volatil) Ex nA IIC T4 Kilang minyak, pabrik kimia

2. Arsitektur Sistem

  • Jaringan Sensor Terdistribusi: Beberapa node sensor ditempatkan di zona-zona kritis untuk pemantauan berbasis jaringan.
  • Transmisi Nirkabel (LoRa/4G): Transmisi data secara real-time ke ruang kendali pusat.
  • Analisis Data AI: Memprediksi risiko kebocoran menggunakan data historis dan memicu alarm otomatis serta respons darurat.

4. Hasil Implementasi

  1. Penurunan Tingkat Kecelakaan: Dari tahun 2020 hingga 2023, insiden kebocoran gas yang mudah terbakar di fasilitas minyak Arab Saudi menurun sebesar 65%.
  2. Waktu Respons Lebih Cepat: Tim darurat menerima peringatan dalam waktu 30 detik dan memulai tindakan penanggulangan.
  3. Optimalisasi Biaya Perawatan: Sensor yang dapat melakukan kalibrasi sendiri mengurangi frekuensi inspeksi manual.
  4. Kepatuhan terhadap Standar Global: Memenuhi sertifikasi tahan ledakan ATEX & IECEx.

5. Tantangan & Solusi

Tantangan Larutan
Suhu gurun yang tinggi mengurangi masa pakai sensor. Sensor tahan suhu tinggi (-40°C hingga 85°C) dengan penutup pelindung.
Konsentrasi H₂S yang tinggi menyebabkan keracunan sensor. Sensor elektrokimia anti-keracunan dengan pembersihan otomatis
Transmisi data jarak jauh yang tidak stabil 4G + Cadangan Satelit untuk tanpa kehilangan data.
Instalasi kompleks di zona berbahaya Sensor yang Aman Secara Intrinsik (Ex ia) untuk kemudahan pemasangan.

6. Pengembangan di Masa Depan

  1. Pemeliharaan Prediktif dengan AI: Menganalisis data sensor untuk memprediksi kegagalan peralatan.
  2. Patroli Drone + Sensor Tetap: Memperluas pemantauan ke sumur minyak terpencil.
  3. Pencatatan Data Blockchain: Memastikan catatan yang tidak dapat diubah untuk investigasi insiden.
  4. Adaptasi Industri Hidrogen: Mengembangkan sensor tahan ledakan untuk produksi hidrogen hijau/biru.

7. Kesimpulan

Dengan menerapkan sensor gas tahan ledakan berpresisi tinggi, industri minyak Arab Saudi telah secara signifikan meningkatkan keselamatan operasional, menetapkan tolok ukur global. Dengan integrasi lebih lanjut dari IoT dan AI, teknologi ini akan terus mengoptimalkan manajemen risiko di sektor minyak dan gas.

Untuk sensor gas lainnya informasi,

Silakan hubungi Honde Technology Co., LTD.

Email: info@hondetech.com

Situs web perusahaan:www.hondetechco.com

Telp: +86-15210548582

 


Waktu posting: 12 Agustus 2025